A. Sejarah Penamaan Gunung Medan
Kata Gunung Medan berasal dari pengamatan nenek moyang pada "puncak bukit" yang mereka namai sebagai "gunung". "Gunung" tersebut jika dipandang dari berbagai sisi tampak indah dan elok. Pemandangan nan indah dan elok ini diistilahkan orang-orang terdahulu sebagai "medan". Kemudian tersebutlah daerah ini sebagai "Gunung Medan".
B. Bentuk Wilayah Administratif
Sebelum menjadi wilayah administratif tersendiri, Nagari Gunung Medan masuk di administratif Nagari Sitiung. Baru setelah terbitnya Peraturan Daerah Kabupaten Dharmasraya Nomor 4 Tahun 2009, Nagari Gunung Medan resmi menjadi wilayah administratif tersendiri.
C. Daftar Pemimpin
Nagari Gunung Medan mengalami beberapa kali sirkulasi kepemimpinan. Dimulai dari pemerintah desa, pemerintah jorong, hingga menjadi pemerintah nagari.
Berikut data pemimpin wilayah administratif Nagari Gunung Medan:
1. Rahmat Dt. Lipati, Kepala Desa Gunung Medan, 1982-1991
2. Syafri Imam, Kepala Desa Gunung Medan, 1991-1999
3. M. Sunir Patopang, Kepala Desa Gunung Medan,1999-2001
4. Hasan Basri, Kepala Jorong Gunung Medan, 2001-2009
5. M. Syawal, Pj. Wali Nagari Gunung Medan, 2009-2010
6. Khairul Rasyid Dt. Sinaro, S.H., Wali Nagari Gunung Medan, 2010-2013
7. Yakkub, Wali Nagari Gunung Medan, 2013-2019
8. Jonnedy, Pj. Wali Nagari Gunung Medan, 2019-2021
9. Khairul Rasyid Dt. Sinaro, S.H., Wali Nagari Gunung Medan, 2021-2029
D. Keadaan Demografi
Secara geografis Nagari Gunung Medan berada di 00°57 - 100°07’ Lintang Selatan dan 101°42’ Bujur Timur termasuk daerah dataran dengan struktur daratan bergelombang. Jarak dari ibukota Kecamatan Sitiung ± 4 Km dan ±15 Km dari Ibukota Kabupaten Dharmasraya.
Batas-batas Nagari Gunung Medan:
Sebelah Timur berbatasan dengan Nagari Sungai Duo dan Nagari Koto Padang
Sebelah Barat berbatasan dengan Nagari Tebing Tinggi
Sebalah Utara berbatasan dengan Nagari Sitiung
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Koto Besar
Luas Nagari Gunung Medan adalah secara administratif 27,40 km⊃2;. Pada awal pemekaran menjadi Nagari Gunung Medan pada 2009 terdiri dari lima jorong:
1. Jorong Ganting
2. Jorong Palo Tabek
3. Jorong Koto
4. Jorong Bunga Tanjung
5. Jorong Lubuk Aur
Tahun 2017, Jorong Koto, Bunga Tanjung, dan Lubuk Aur dimekarkan menjadi tiga jorong baru, yaitu Jorong Seberang Mimpi pemekaran dari Jorong Koto; Jorong Kampung Dondan pemekaran dari Jorong Bunga Tanjung; dan Jorong Karyatama pemekaran dari Jorong Libuk Aur. Maka, Nagari Gunung Medan memiliki delapan jorong sejak 2017 hingga kini.
***
Selengkapnya untuk mengakses dokumen Profil Nagari Gunung Medan bisa diundah melalui tautan DOWNLOAD DOKUMEN PROFIL NAGARI GUNUNG MEDAN.